Siapakah Budi Kusuma yang Pernah ‘Menyewa’ Tyas Mirasih?



Kasus prostitusi online sempat sangat hangat di perbincangkan di tanah air kita, apalagi ketika sang mucikari tertangkap, banyak sekali artis indonesia yang dilibatkan dalam kasus yang satu ini, kasus yang sempat menghebohkan indonesia ini sekarang sedang di persidangkan, namun ada satu nama penyewa yang cukup menyita perhatian yaitu BUDI KUSUMA, siapa kah dia.

Sidang vonis mucikari artis Robby Abbas, yang merupakan terdakwa dalam kasus prostitusi artis, belum lama ini, mengungkap banyak fakta baru seputar kasus prostitusi online yang banyak melibatkan artis papan atas di Indonesia. Mulai dari nama ketiga artis yang terlibat, tarif mereka untuk sekali berkencan, hingga sejumlah pelanggan yang pernah menyewa tubuh para artis itu.

Salah seorang pelanggan yang banyak menarik perhatian publik adalah pria hidung belang bernama Budi Kusuma. Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menyebutkan nama itu pada saat membacakan fakta persidangan, sebelum menjatuhkan vonis pada terdakwa. Pria tersebut terungkap dilayani oleh artis seksi Tyas Mirasih di sebuah hotel di bilangan Grogol, Jakarta. Disebut bahwa artis cantik berusia 28 tahun itu mendapatkan uang sebesar Rp 22 juta.

Tak hanya dengan Tyas Mirasih, ternyata Budi Kusuma juga disebutkan pernah mengunakan jasa kencan semalam bersama Shinta Bachir. Namun, tarif dan lokasinya tidak disebutkan. Nah, untuk sang mucikari artis Robby Abbas sendiri, dia mendapatkan masing-masing Rp 5 juta untuk setiap jasanya mempertemukan para artis dan pria hidung belang yang ingin menikmati jasa esek-esek.

Soal sosok Budi Kusuma itu sendiri, sebelumnya pengacara Robby Abbas, Pieter Ell juga pernah menyebutnya dengan inisial BK. Menariknya, dia mengatakan bahwa BK adalah seorang anggota DPRD tingkat provinsi di pulau Jawa. “Provinsinya yang ada bencana lumpurnya,” katanya saat itu. Selain Tyas Mirasih dan Sinta Bachir, model panas Amel Alvi juga pernah melayani di Surabaya.

bagai mana menurut anda terhadap kasus ini, pantaskah indonesia yang notabene nya sebagai negara yang sangat religius memiliki kasus peristiwa seperti ini.