Ketegasan TNI Pada Pesawat Asing Tak Berizin Ini



Anda mungkin sering melihat jika polisi sedang melakukan pengejaran di darat dan memberhentikan secara paksa pengendara nya, karena itu semua sudah sangat umum di lihat, namun bagai mana jika pesawat yang di kejar dan di suruh berenti secara paksa.

Lagi-lagi TNI menunjukan sikap tegasnya dimata dunai Internasional. Inilah kemajuan kekuatan udara kita yang kini semakin tegas dalam mengamankan wilayah Negara Kesatuan republik Indonesia.

Hal ini dibuktikan dengan penangkapan pesawat asing yang dengan sengaja melintasi wilayah udara Indonesia tanpa izin.

Sebuah pesawat asing dipaksa mendarat di Bandara Juwata, Tarakan, Kalimantan Utara. Pesawat ini dianggap melanggar batas udara wilayah Indonesia sebab tidak mengantongi izin secara resmi.

Sebagaimana di beritakan detik, pesawat dengan Callsign TS-3009 dan TS-3011 terbang dari Honolulu, Hawai, kemudian ke Tarawa, Kiribata, lalu ke Yap, Island Micronesia, menuju Singapura.



Danlanud Tarakan Letkol Pnb Tiopan Hutapea menjelaskan, pesawat asing dengan nomor N-90676 itu melintasi langit Kalimantan Utara pada Senin (9/11/2015). Dua pesawat Sukhoi dari Skuadron 11 Lanud Sultan Hasanudin Makassar dikerahkan untuk mengejaran pesawat asing yang terbang di ketinggian 12.000 kaki di atas wilayah Udara Tarakan.

Setelah melakukan pengejaran, pesawat asing itu berhasil dipaksa mendarat. “Pada ground telah bersiap pasukan Pertahanan Pangkalan (Hanlan) Lanud Tarakan bersenjata lengkap dan sesaat setelah dipaksa mendarat, pasukan langsung membentuk formasi melaksanakan pengamanan dan pemeriksaan sesuai prosedur,” kata Tiopan.

Setelah dipaksa mendarat, sang pilot kemudian diinterogasi untuk dimintai keterangan di ruang khusus di Bandara Juwata. Informasi yang didapat menyebutkan bahwa pilot tak berizin tersebut adalah warga negara Amerika Serikat.

Objek terbang tanpa identifikasi tersebut oleh Satuan Radar 225 Tarakan langsung dilaporkan ke Markas Kosek Hanudnas di Makassar, katanya.



“Selanjutnya pesawat dari Makassar langsung melakukan pengejaran pesawat dari Skadron tempur dari Makasar dan yang ditangkap adalah pesawat sipil,” kata Andi.

Pilotnya seorang anggota dari US Navy Reserve yang sedang cuti. Pesawat itu terbang dari Hawai ke Filipina dan rencananya mau ke Singapura, tapi melanggar batas wilayah udara Indonesia sehingga tertangkap oleh radar, katanya.

Masalah pelanggaran wilayah udara ini sebenarnya sudah cukup lama terjadi, ironisnya masalah seolah di biarkan dan tidak diperhatikan oleh Presiden sebelumnya.

Ini adalah bukti nyata bahwa di era Jokowi para pemangku keamanan udara kita tidak main-main dalam menjaga kedaulatan NKRI. Salut!

Bagaimana menurut anda, berikan komentar anda di bawah