17 Kriteria Wanita Yang Haram Untuk Di Nikahi Pria



Kazanah.com - menikah merupakan salah satu sunnah Rasul yang dimana jika kita melakukan hal tersebut maka kita akan mendapatkan pahala yang besar, namun dalam melakukan pernikahan kita juga tidak bisa sembarangan menikah dengan setiap wanita, ada tata cara dan juga aturan yang di terapkan rasul tentang pernikahan. Allah SWT dan juga Rasul-Nya telah mengaramkan kepada pria untuk menikahi wanita yang masuk kedalam kriteria ini, dan jika di lakukan maka akan mendapatkan dosa yang besar. Tidak hanya di larang oleh agama ternyata jika melakukan pernikahan ini akan berdampak buruk kepada keturunan yang akan di lahirkan.

Sebagai umat muslim tentu kita harus mengetahui siapa saja wanita yang tidak boleh untuk kita nikahi, mengingat banyak sekali kasus pernikahan yang membuat heboh dunia karena di anggap tidak lazim, lantas siapa sajakah wanita yang di haramkan untuk di nikahi.

Allah SWT secara tegas telah melarang seorang pria untuk menikahi seorang wanita yang masih mempunyai hubungan darah atau hubungan nasab seperti yang di jelaskan di dalam surat  QS. An-Nisaa’ : 23 yang artinya: 

Diharamkan atas kamu (mengawini) ibu-ibumu, anak-anakmu yang perempuan, saudara-saudaramu yang perempuan, saudara-saudara bapakmu yang perempuan, saudara-saudara ibumu yang perempuan, anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang laki-laki, anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang perempuan, [QS. An-Nisaa’ : 23].

Berdasarkan surat yang ada di atas kita dapat mengelompokan sebagai berikut.

1. Ibu. Merupakan sosok wanita yang telah melahirkan, dimana di dalamnya termasuk nenek baik dari pihak ayah maupun pihak ibu begitupun seterusnya ke atas.

2. Anak perempuan, yang dimaksud disini adalah wanita yang lahir karenanya dimana di dalamnya juga termasuk cucu perempuan dari pihak laki-laki maupun juga pihak perempuan dan juga seterusnya kebawah.

3. Saudara Perempuan yang termasuk di golongan ini adalah saudara seayah seibu, sayah saja atau seibu saja.

4. " Ammah" yaitu Saudara perempuan dari ayah, baik itu sudara kandung atau juga saudara seayah saja atau saudara seibu saja.

5. Khaalah, adalah saudara perempuan dari ibu baik itu saudara kandung atau saudara seayah saja atau juga saudara seibu saja.

6. Anak perempuan dari saudara laki-laki seperti keponakan dan juga seterusnya kebawah.

7. Anak perempuan dari saudara perempuan  seperti keponakan dan juga seterusnya kebawah.

Selain itu Allah SWT juga telah mengharamkan kepada pria untuk menikahi wanita yang satu persusuan dan hal tersebut telah di jelaskan di dalam surat QS. An-Nisa : 23 yang artinya.

haramkan atas kamu ibumu yang menyusui kamu dan saudara-saudara perempuan sepesusuan. [QS. An-Nisa : 23]

Selain itu Rasulullah SAW juga telah mengeluarkan sabdanya yang berkaitan dengan ini : Diharamkan karena hubungan susuan sebagaimana yang diharamkan karena hubungan nasab”. [HR. Bukhari, Muslim, Abu Dawud, Ahmad, Nasai dan Ibnu Majah]

Dari Ibnu ‘Abbas bahwasanya para shahabat menginginkan Nabi SAW menikahi anak perempuan Hamzah. Maka beliau SAW bersabda, “Sesungguhnya dia tidak halal bagiku, karena dia adalah anak saudaraku sepesusuan. Sedangkan, haram sebab susuan itu sebagaimana haram sebab nasab (keluarga)”. [HR. Muslim II : 1071] 

Dari ‘Urwah, dari ‘Aisyah bahwasanya ia mengkhabarkan kepada ‘Urwah, bahwa paman susunya yang bernama Aflah minta ijin pada ‘Aisyah untuk menemuinya. Lalu ‘Aisyah berhijab darinya. Kemudian ‘Aisyah memberitahukan hal itu kepada Rasulullah SAW, maka beliau bersabda, “Kamu tidak perlu berhijab darinya, karena haram sebab susuan itu sebagaimana haram sebab nasab”. [HR. Muslim II : 1071]

Dan dari ayat-ayat di atas kita bisa mengambil kesimpulan siapa sajakah wanita yang termasuk saudara sepersusuan.

8. Ibu susu, orang yang termasuk dalam golongan ini adalah ibu yang menyusui kita sehingga di haramkan keduanya untuk melakukan pernikahan.

9. Nenek susu, yang termasuk dalam golongan ini adalah ibu dari wanita yang pernah menyusui kita atau ibu dari wanita yang pernah menyusui.

10. Anak susu, yang termasuk dalam golongan ini adalah mereka wanita yang pernah di susui oleh pria tersebut termasuk juga cucu dari anak susu tersebut.

11. Bibi susu, Yakni saudara perempuan dari sang wanita yang telah menyusuinya atau saudara perempuan suaminya wanita yang menyusuinya.

12. Keponakan susu yang termasuk dari golongan ini adalah anak perempuan dari suadara sepersusuan.

13. Saudara sepersusuan, contohnya kakak kandung kita

Selain itu Allah juga mengharamkan pria untuk menikahi wanita yang mempunyai hubungan mushaharah atau perkawinan seperti yang telah di jelaskan di dalam surat An-Nissaa':23

Ibu-ibu istrimu (mertua), anak-anak istrimu yang dalam pemeliharaanmu dari istri yang telah kamu campuri, tetapi jika kamu belum campur dengan istrimu itu (dan sudah kamu ceraikan) maka tidak berdosa kamu mengawininya, (dan diharamkan bagimu) isteri-isteri anak kandungmu (menantu). [QS. An-Nisaa’ : 23]

Dan janganlah kamu kawini wanita-wanita yang telah dikawini oleh ayahmu, terkecuali pada masa yang telah lampau. Sesungguhnya perbuatan itu amat keji dan dibenci Allah dan seburuk-buruk jalan (yang ditempuh). [An-Nisaa’ : 22]

Dari ayat-ayat di atas kita bisa memahami jika wanita yang di haramkan untuk di nikahi karena hubungan perkawinan sebagai berikut :

14. Mertua perempuan dan juga seterusnya ke atas.

15. Anak tiri dengan syarat jika telah terjadi hubungan kelamin dengan ibu dari anak tiri tersebut.

16. Menantu yaitu adalah istri anaknya atau juga istri cucunya dan juga seterusnya kebawah.

17. Ibu tiri  yaitu bekas istri dari ayah.

Berikut beberapa wanita yang di haramkan untuk di nikahkan oleh pria.