Hati-hati, Inilah Cara Teroris Merekrut Anggota Baru




Beberapa hari yang lalu tepatnya hari Kamis tanggal 14 Januari 2016, telah terjadi lagi aksi teroris di Pusat Perbelanjaan Sarinah dan Kafe Jakarta. Dalam aksi teror tersebut terdapat 7 orang meninggal dunia termasuk pelaku teror yang melakukan aksi bunuh diri.

Polisi sudah menyatakan bahwa, aksi teror ini dilakukan oleh jaringan ISIS di Indonesia. Kami yakin sebagian dari mereka terjun ke dunia teroris awalnya karena ketidaktahuan bukan suatu pilihan yang dikehendaki.

Hal tersebut karena cara-cara perekrutan anggota ISIS dan kelompok radikal lainnya tidak selalu menggunakan pendekatan ideologi atau jihad, tetapi menggunakan cara lain. Lantas, bagaimana mereka merekrut anggota barunya?

Mereka menggunakan pendekatan lain, seperti pendekatan ekonomi dengan iming-iming pekerjaan atau mendapatkan uang, teknologi canggih, dan hubungan asmara untuk para perempuan dan lain sebagainya. Tidak heran banyak yang tergiur bergabung dengan kelompok garis keras itu, meski nyawa sebagai taruhannya. 

Oleh karena itu perlu kewaspadaan dini bagi orang tua atau keluarga atau masyarakat jika menemukan mereka melakukan keganjilan-keganjilan seperti sering menyendiri, suka meninggalkan rumah tanpa pamit, dan mempelajari agama kepada orang yang tidak dikenal sebelumnya. Karena mereka menggunakan cara-cara baru untuk merekrut anggotanya. 

Berikut cara teroris merekrut anggota baru : 

Menawarkan pekerjaan dengan gaji tinggi. Kelompok radikal seperti ISIS dan yang lainnya menjanjikan gaji besar bagi mereka yang mau bekerja di objek vital milik kelompok radikal itu. ISIS menawarkan gaji puluhan hingga ratusan juta bagi yang mau bergabung. Untuk itu kepada para pemuda jangan tergiur dengan gaji yang besar jika pekerjaannya tidak disebutkan sebelumnya. Biasanya mereka merekrut pekerja bukan dari jasa pelatihan tenaga kerja yang resmi.
Menawarkan umrah gratis bagi anggota baru. Awalnya ada diajak bekerja ke luar negeri untuk bekerja tetapi ada juga yang tertarik karena diiming-iming umrah gratis tetapi setelah itu mereka di bawa ke Suriah dan diajarkan cara berperang.
Mereka diajarkan teknologi canggih. Banyak remaja laki-laki yang tertarik mengikuti ajakan ISIS karena awalnya diajarkan teknologi canggih seperti mengunggah video Youtube dengan kualitas video yang bagus, membuat akun media sosial untuk kepentingan tertentu dan lain sebagainya.
Diperlakukan bak seorang puteri. Bagi remaja puteri yang mau bergabung dengan ISIS biasanya diperlakukan bak seorang puteri. Mereka diberi pakaian yang bagus, make up dan perhiasan yang menarik.
Diajak berwisata. ISIS melakukan berbagai cara untuk menarik anggota baru salah satunya dengan mengadakan wisata ke luar negeri. Awalnya anggota baru diajak berwisata ke Turki setelah itu baru mereka menyeberang ke Suriah untuk belajar perang, provokasi dan teror.
Diajak belajar. Salah satu yang dilakukan ISIS adalah dengan mengiming-iming mereka untuk belajar atau kuliah di luar negeri seperti Yordania dan Turki, baru setelah itu mereka akan diajak menyeberang ke Suriah untuk belajar berperang.



Oleh karena itu awasi remaja-remaja yang ada di sekitar kita jika melihat gelagat atau ciri-ciri seperti disebutkan di atas tadi. Karena ISIS akan melakukan segala cara untuk merekrut anggotanya. Mudah-mudahan tulisan ini bermanfaat. log.VIVA.co.id