Salju Turun di Arab Saudi, 'Tanda kiamat'?


Endiah Puji Hastuti menyaksikan pemandangan tak biasa di Arab Saudi. Ia melihat butiran kecil salju turun di kawasan Al Farah, Madinah, Arab Saudi.



"Ada salju tipis turun," kata Endiah saat dihubungi pada Rabu, 20 Januari 2016. Endiah melihat salju pada Kamis, 13 Januari 2016. Saat itu, Endiah sedang bersama rombongan menuju Madinah dari Mekah. 

Menurut Endiah, sebelum melewati kawasan tersebut sempat turun hujan. Setibanya di Al Farah, tampak lapisan salju menutupi jalan raya. 

Beberapa warga menghentikan mobilnya dan turun untuk melihat salju. Anak-anak berlarian dan menyentuh salju. Ada pula yang berfoto mengabadikan fenomena tersebut. 

Direktur Pusat Penelitian dan Pengembangan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Edvin Aldrian mengatakan turunnya salju di Arab Saudi merupakan anomali. "Biasanya, udara dingin tidak terdorong terlalu jauh ke daerah selatan," katanya. 

Arab Saudi terletak di sebelah selatan benua Eropa, yang kini tengah mengalami suhu yang lebih dingin.

Edvin mengatakan ada dua kemungkinan turunnya salju di Arab Saudi. Pertama, tekanan udara di sebelah utara sangat tinggi sehingga mendorong udara dingin ke Arab yang memiliki tekanan sangat rendah. "Di Arab bisa jadi terlalu panas saat itu," katanya. Kemungkinan kedua ialah adanya blocking udara sehingga udara dari Eropa mengalir ke Arab Saudi. 

Kepala Pusat Meteorologi Publik BMKG Mulyono R. Prabowo mengatakan, secara proses, fenomena terjadinya salju ini normal. "Hanya, jauhnya dorongan udara perlu diperhatikan," tuturnya. Biasanya, udara dingin hanya menyebabkan hujan di Arab, tidak sampai membentuk salju.

Edvin dan Mulyono sepakat turunnya salju di Arab bukan peristiwa yang biasa terjadi. Edvin mengatakan salju di Arab pun tidak akan turun permanen. "Hanya saat tertentu," kata Mulyono. tempo.co